<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.5" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Lentera</title>
	<link>http://www.lentera.web.id</link>
	<description>hanya menyalakan cahaya apa adanya</description>
	<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 00:30:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ayat-ayat Syukur</title>
		<link>http://www.lentera.web.id/2008/04/01/syukur/</link>
		<comments>http://www.lentera.web.id/2008/04/01/syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 12:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anghuda</dc:creator>
		
		<category>Lentera Iman</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lentera.web.id/2008/04/01/syukur/</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Syukur :
Memuji, berterima kasih dan merasa berhutang budi kepada Allah atas karunia-Nya, bahagia atas karunia tersebut dan mencintai-Nya dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Kewajiban Bersyukur :
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah: 172).
“Sesungguhnya apa yang kamu sembah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #993300">Definisi Syukur :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Memuji, berterima kasih dan merasa berhutang budi kepada Allah atas karunia-Nya, bahagia atas karunia tersebut dan mencintai-Nya dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color: #993300">Kewajiban Bersyukur :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah: 172).</p>
<p class="MsoNormal">“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al Ankabut : 17)</p>
<p class="MsoNormal">“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152)</p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.&#8221; (QS. Az-Zumar: 66)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen"><a id="more-25"></a></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color: #993300">Mengapa Harus Bersyukur :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)</span></p>
<p class="MsoNormal">“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al Qashas : 73)</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">&#8220;Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?&#8221; (QS. Yasien 33-35)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim : 32-34)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span>“Ini adalah anugerah dari Tuhanku, agar ia mencoba aku, apakah aku bersyukur ataukah aku kufur. Siapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur kepada dirinya sendiri, dan siapa yang kufur, sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya dan Maha Mulia.” (QS. An Naml: 40)</p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen"><span lang="EN-US"> </span></span><span class="gen">“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”</span> (QS. An Nahl :16)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al Qashash : 70)</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color: darkred">Manfaat Bersyukur :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Luqman : 31)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa’ : 147)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran:145)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Bersyukur atas nikmat Allah akan melestarikan nikmat tersebut.” (HR. Ad Dailami)</span></p>
<p class="MsoNormal">Ibnu `Abbas menceritakan, Rasulullah bersabda, &#8220;Orang pertama yanag akan dipanggil untuk masuk surga adalah orang-orang yang senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah, yaitu orang-orang yang senantiasa memuji Allah dalam keadaan lapang dan dalam keadaan sempit&#8221; (Tanbihul Ghafilin 197)</p>
<p class="MsoNormal">Rasulullah bersabda, &#8220;Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah adalah orang yang suka memanjatkan puji dan syukur kepada Allah&#8221; (Riyadhus Shalihin 27)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color: darkred">Cara Bersyukur :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">&#8220;Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: `Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?` Tentu mereka akan menjawab: `Allah.` Katakanlah : `Segala puji bagi Allah`; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. &#8221; (QS Luqman : 25)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">&#8220;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.&#8221; (QS. Al Kautsar : 1-2)</span></p>
<p>“Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan kabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah SWT.” (HR Abu Dawud)</p>
<p class="MsoNormal">Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam beribadah sampai beliau bengkak-bengkak, Sayidah Aisyah istrinya berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau beribadah sampai seperti itu, bukankah Allah telah mengampuni segala dosamu?” Rasulullah menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi hamba Allah yang bersyukur?”</p>
<p class="MsoNormal">Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah berceritera, “Bahwasanya salah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah mengucapkan, `Ya Rabbi, Lakal hamdu kamaa yanbaghii li jalaali wajhika wa azhiimi sulthaanika [ya Tuhanku, kepunyaan-Mulah segala puji sebagaimana yang layak bagi keluruhan-Mulah dan keagungan-Mu]`. Maka, ucapan ini menjadikan kedua malaikat bingung sehingga mereka tidak tahu bagaimana yang harus mereka tulis. Maka naiklah keduanya kepada Allah, lalu berkata, `Ya Tuhan kami, sesungguhnya seorang hamba telah mengucapkan suatu perkataan yang kami tidak tahu bagaimana kami harus menulisnya.` Allah bertanya – padahal Dia Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh hamba-Nya, `Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?` Mereka menjawab,`Ya Tuhan kami, sesungguhnya dia mengucapkan, Lakal hamdu kamaa yanbaghii li jalaali wajhika wa azhiimi sulthaanika.` Kemudian Allah berfirman kepada mereka, `Tulislah sebagaimana yang diucapkan hamba-Ku itu hingga dia bertemu Aku, maka Aku yang akan membalasnya” .(HR Ibnu Majjah)</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">&#8220;Siapa yang tidak berterimakasi kepada manusia, berarti tidak berterimakasih kepada Allah&#8221; (HR Abu Daud)</span></p>
<p class="MsoNormal">Syaikh Ibnu Athaillah menuturkan “Seseorang mukmin itu suka menyibukkan diri menyanjung Allah, sehingga tidak sempat untuk memuji dirinya sendiri, dan ia sibuk menunaikan kewajiban kepada Allah sehingga ia lupa akan porsi untuk dirinya sendiri”. (Al-Hikam)</p>
<p class="MsoNormal">Syaikh Ibnu Athaillah menuturkan: “Siapa yang tidak mengetahui begitu berharganya nikmat, ketika kenikmatan itu bersertanya, maka barulah ia mengetahui betapa berartinya nikmat itu setelah nikmat itu pergi meninggalkannya.” (Al-Hikam)</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color: darkred">Kebanyakan Manusia Tidak Bersyukur :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al A’raf 16-17)</span></p>
<p class="MsoNormal">“Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas umat manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya.” (QS. Yunus: 60).</p>
<p class="MsoNormal">“Katakanlah: ‘Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencara di darat dan di laut yang kamu berdo’a kepadaNya dengan berendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengetakan): ‘Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur’. Katakanlah: ‘Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukanNya.” (QS. Al An’am: 63-64).</p>
<p class="MsoNormal">“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (QS. Al-Fathir: 3)</p>
<p class="MsoNormal">“Dan ketika Kami (Allah) memberikan nikmat kepada manusia, ia memalingkan muka dan bersikap angkuh, dan ketika ia ditimpa keburukan ia berputus asa.” (QS. Al Isra’ : 83)</p>
<p class="MsoNormal">“Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 243)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color: darkred">Ancaman bagi yang Tidak Bersyukur:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen">“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (QS. Al Hajj : 38)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">&#8220;Sesungguhnya bagi kaum Saba&#8217; ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): `Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.`<span class="gen">Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. </span>Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.&#8221; (QS. Saba` : 15-17)</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US" style="color: darkblue">Link Terkait Syukur :</span></strong><span lang="EN-US" style="color: darkblue" /></p>
<ol type="1" start="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><a title="http://beranda.blogsome.com/2007/04/04/syukur-nikmat/" target="_blank" href="http://beranda.blogsome.com/2007/04/04/syukur-nikmat/">http://beranda.blogsome.com/2007/04/04/syukur-nikmat/</a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><a title="http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/syukur/" target="_blank" href="http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/syukur/">http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/syukur/</a></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lentera.web.id/2008/04/01/syukur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Anti Malas</title>
		<link>http://www.lentera.web.id/2008/03/27/resep-anti-malas/</link>
		<comments>http://www.lentera.web.id/2008/03/27/resep-anti-malas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 06:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anghuda</dc:creator>
		
		<category>Uncategorized</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lentera.web.id/2008/03/27/resep-anti-malas/</guid>
		<description><![CDATA[Definisi malas :


 Enggan bekerja atau melakukan sesuatu
 Istirahat sebelum bekerja
 Menyerah sebelum berjuang

Penyebab dari kemalasan :

 Merasa tidak perlu melakukan
 Merasa bosan melakukannya
 Lemahnya tujuan atau makna dari apa yang ingin ia lakukan
 Tidak enak badan
 Tidak enak hati
 Tidak percaya diri apakah bisa melakukannya
 Terlalu banyak yang harus dilakukan
 Terlalu banyak berkhayal atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="DarkRed"><strong>Definisi malas :</strong><br />
</font></p>
<ul>
<li><font color="DarkRed"> Enggan bekerja atau melakukan sesuatu</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Istirahat sebelum bekerja</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Menyerah sebelum berjuang</font></li>
</ul>
<p><font color="DarkRed"><strong>Penyebab dari kemalasan :</strong></font></p>
<ul>
<li><font color="DarkRed"> Merasa tidak perlu melakukan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Merasa bosan melakukannya</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Lemahnya tujuan atau makna dari apa yang ingin ia lakukan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Tidak enak badan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Tidak enak hati</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Tidak percaya diri apakah bisa melakukannya</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Terlalu banyak yang harus dilakukan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Terlalu banyak berkhayal atau bermimpi segala masalah teratasi dengan sendirinya</font></li>
<li><font color="DarkRed">…</font></li>
</ul>
<p><a id="more-24"></a></p>
<p><font color="DarkRed"><strong>Dampak dari kemalasan :</strong><br />
</font></p>
<ul>
<li><font color="DarkRed"> Tertundanya pekerjaan kemudian pekerjaan menjadi menumpuk lalu menjadi miskin waktu (tidak punya waktu untuk melakukan pekerjaan)</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Kegagalan atau tertundanya kesuksesan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Kehilangan pekerjaan, jatuh miskin atau menjadi bodoh</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Ketinggalan kereta, orang lain sudah maju, kita hanya menonton</font></li>
<li><font color="DarkRed"> …</font></li>
</ul>
<p><font color="DarkRed"><strong>Resep Anti Malas</strong></font></p>
<ul>
<li><font color="DarkRed"> Konsentrasi pada tujuan dan memiliki tekad untuk menyelesaikannya</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Menyalakan api semangat dalam diri dan antusiasme untuk meraih kesuksesan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Meyakini keharusan untuk melakukan, memahami dampak buruk jika tidak melakukannya</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Jika mengalami kebosanan, cari cara lain untuk melakukannya, atau lakukan kegiatan selingan yang lebih ringan namun bermanfaat</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Segarkan badan dengan latihan-latihan ringan sehingga cukup fit untuk melakukan berbagai kegiatan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Selalu berpikiran positif agar hati menjadi tentram sehingga tidak ada beban ketika melakukan pekerjaan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Jika pekerjaan terasa berat, carilah pemecahan untuk melakukannya, yakinlah bisa melakukannya jika terus dicoba</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Jika pekerjaan terasa rumit, pecahlah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih sederhana</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Buatlah penjadwalan dan skala prioritas dari apa yang harus dikerjakan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Lakukan apa yang harus dilakukan walaupun tidak ingin melakukan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Jangan lakukan apa yang tidak perlu dilakukan sehingga kehabisan waktu untuk melakukan yang harus dilakukan</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Buatlah ruang kerja anda rapih dan nyaman, jauhkan dari yang bisa mengganggu anda bekerja</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Hindari narkoba dan sejenisnya</font></li>
<li><font color="DarkRed"> Cukup tidur dan istirahat. Kurang tidur menyebabkan anda tidur di waktu seharusnya bekerja.</font></li>
<li><font color="DarkRed"> …</font></li>
</ul>
<p><font color="DarkRed"><em>INDIKASI</em><br />
Mengobati kemalasan, rasa malas, dan sifat pemalas.<br />
Menghilangkan gejala-gejala malas seperti : menunda pekerjaan, seharian browsing Internet, seharian nonton tv, kerjaan menumpuk, kerja gak semangat, dll.</font></p>
<p><font color="DarkRed"><em>DOSIS</em><br />
Digunakan sepanjang waktu dalam hidup.</font>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lentera.web.id/2008/03/27/resep-anti-malas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Shalat Khusyu`</title>
		<link>http://www.lentera.web.id/2006/11/13/shalat-khusyu/</link>
		<comments>http://www.lentera.web.id/2006/11/13/shalat-khusyu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2006 02:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anghuda</dc:creator>
		
		<category>Lentera Iman</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lentera.web.id/2006/11/13/shalat-khusyu/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Khusyu`
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka kembali kepadaNya.” (QS Al-Baqarah 45-46)
“Dirikanlah shalat demi untuk mengingat-Ku.” (QS Thaha 14)
“Janganlah kalian mendekat kepada shalat dalam keadaan sedang mabuk,
sampai kalian mengerti apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian Khusyu`</strong></p>
<p><strong><img align="left" title="AlBaqarah_45" id="image22" alt="AlBaqarah_45" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/albaqarah_45.gif" /></strong>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka kembali kepadaNya.” (QS Al-Baqarah 45-46)</p>
<p>“Dirikanlah shalat demi untuk mengingat-Ku.” (QS Thaha 14)</p>
<p>“Janganlah kalian mendekat kepada shalat dalam keadaan sedang mabuk,<br />
sampai kalian mengerti apa yang kalian ucapkan.“ (QS An-Nisa 43)</p>
<p><a id="more-21"></a><strong>Keutamaan Shalat Khusyu`</strong></p>
<p>“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya.” (QS Al-Mu`minun 1-2)</p>
<p>“Wahai manusia, jika engkau benar-benar berjalan menunju Tuhanmu, maka pasti engkau akan menemui-Nya.“ (QS Al-Insyiqaq 6)</p>
<p>“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.“ (QS Al-Ankabut 45)</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur`an) dan mendirikan shalat dan menafkankan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyepurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.“ (QS Fathir 29-30).</p>
<p><strong>Peringatan Jika Shalat Tidak Khusyu`</strong></p>
<p>“Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai akan shalatnya, orang-orang yang berbuat riya.“ (QS Al-Ma`un 4-6)</p>
<p>“Allah tidak akan memandang kepada shalat yang dikerjakan oleh seseorang yang di dalam shalatnya ia tidak menghadirkan hatinya bersama tubuhnya.” (Al-Hadits)</p>
<p>“Barangsiapa tidak tercegah oleh salatnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin jauh dari Allah“. (Al-Hadits)</p>
<p><strong>Bagaimana untuk Khusyu`</strong></p>
<p>“Dan bertawakkalah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak tubuhmu di antara orang-orang yang sujud.“ (QS Asy-Syu`araa` 217-219)</p>
<p>&#8220;Sholatlah kamu seolah-olah kamu melihat Allah di hadapanmu&#8230; jika tidak bisa, ketahuilah dan rasakanlah bahwa memang Allah sedang melihatmu sedang sholat.&#8221; (Al-Hadits)</p>
<p>“Apabila engkau melakukan shalat, maka shalatlah seperti shalat orang berpamitan.“ (Al-Hadits)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lentera.web.id/2006/11/13/shalat-khusyu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-orang yang Dicintai Allah</title>
		<link>http://www.lentera.web.id/2006/11/08/orang-orang-yang-dicintai-allah/</link>
		<comments>http://www.lentera.web.id/2006/11/08/orang-orang-yang-dicintai-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2006 06:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anghuda</dc:creator>
		
		<category>Lentera Iman</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lentera.web.id/2006/11/08/orang-orang-yang-dicintai-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang yang dicintai Allah, antara lain:

Orang yang berbuat baik;
Orang yang bertobat dan menyucikan diri;
Orang yang mengikuti jejak Rasulullah;
Orang yang bertakwa;
Orang yang sabar;
Orang yang bertawakkal;
Orang yang berlaku adil;
Orang yang berperang di jalan Allah;
Orang yang mencintai Allah;


Orang yang Berbuat Baik

“Berinfaklah di jalan Allah dan janganlah kalian campakkan tanganmu ke dalam kehancuran, berbuatlah baik, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Orang-orang yang dicintai Allah, antara lain:</h2>
<ol>
<li>Orang yang berbuat baik;</li>
<li>Orang yang bertobat dan menyucikan diri;</li>
<li>Orang yang mengikuti jejak Rasulullah;</li>
<li>Orang yang bertakwa;</li>
<li>Orang yang sabar;</li>
<li>Orang yang bertawakkal;</li>
<li>Orang yang berlaku adil;</li>
<li>Orang yang berperang di jalan Allah;</li>
<li>Orang yang mencintai Allah;</li>
</ol>
<p><a id="more-9"></a></p>
<h3>Orang yang Berbuat Baik</h3>
<p><img align="left" alt="Al-Baqarah_195" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/albaqarah_195.gif" /></p>
<p>“Berinfaklah di jalan Allah dan janganlah kalian campakkan tanganmu ke dalam kehancuran, berbuatlah baik, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik .” (QS Al-Baqarah 195)</p>
<p>“Orang-orang yang menginfakkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang-orang yang mampu menahan amarah serta pemaaf terhadap kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Ali-Imran 134).</p>
<p>&#8220;&#8230; Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.&#8221; (QS Al-Baqarah 112).</p>
<p>&#8220;Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.&#8221; (QS Al-Baqarah 158).</p>
<p><span class="gen">&#8220;Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.  Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim,  orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang  jauh, dan teman sejawat, ibnu  sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak  menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.&#8221; (QS An-Nisa 36) </span></p>
<h3>Orang yang Bertaubat dan Menyucikan Diri</h3>
<p><img align="left" alt="AlBaqarah_222" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/albaqarah_222.gif" /></p>
<p>“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang selalu bertaubat dan mencintai orang-orang yang selalu menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah 222).</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan sebenar-benar taubat.” (QS At-Tahrim 8 ).</p>
<p>&#8220;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobatlah kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada batas yang telah ditentukan&#8230;&#8221; (QS Hud 3).</p>
<p>&#8220;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi.&#8221; (QS Ali Imran 123).</p>
<p>Rasulullah bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR Al-Bukhari).</p>
<h3>Orang-orang yang Mengikuti Jejak Rasulullah</h3>
<p><img align="left" alt="AliImron_31" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/alimron_31.gif" /></p>
<p>“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imron 31).</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&#8221; (QS Al-Ahzab 21)</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus Rasul untuk menjadi penjaga mereka.&#8221; (QS An-Nisa 80).</p>
<h3>Orang yang Bertakwa;</h3>
<p><img width="290" height="107" align="left" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/aliimron_76.gif" />&#8220;&#8230; Maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (QS Ali-Imron 76).</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqon (pedoman) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; (QS Al-Anfal 29).</p>
<p>&#8220;&#8230; Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.&#8221; (QS Ath-Thalaq 2-3).</p>
<p>&#8220;&#8230; Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.&#8221; (QS Ath-Thalaq 4).</p>
<p>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.&#8221;<em> </em> (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).</p>
<h3>Orang yang Sabar;</h3>
<p><img width="290" height="107" align="left" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/aliimron_146.gif" /></p>
<p>&#8220;Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.&#8221; (QS Ali Imron 146).</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.&#8221; (QS Al-Baqarah 153).</p>
<p>&#8220;Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mencapai kemenangan.&#8221; (QS Ali Imron 200).</p>
<p>&#8220;&#8230; dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan.&#8221; (QS Luqman 17).</p>
<h3>Orang yang Bertawakkal;</h3>
<p><img width="290" height="107" align="left" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/aliimron_159.gif" /></p>
<p>&#8220;Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal-lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal.&#8221; (QS Ali Imron 159).</p>
<p>&#8220;&#8230; Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi segala kebutuhannya&#8230;.&#8221; (QS Ath-Thalaq 3).</p>
<p>&#8220;Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.&#8221; (Al-Maidah: 23)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman (sempurna) itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya, serta hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.&#8221; (Al-Anfal: 2)</p>
<p>&#8220;Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku kembali .&#8221; (QS Hud 88)</p>
<h3 />
<h3>Orang yang Berlaku Adil;</h3>
<p><img align="left" alt="AlMaidah_42" id="image19" title="AlMaidah_42" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/almaidah_42.gif" />&#8220;Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil&#8221; (QS Al-Maidah 42)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah menyuruhmu berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.&#8221; (QS Am-Nahl 90).</p>
<p>Rasulullah bersabda, &#8220;Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil itu di sisi Allah kelak berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Yaitu mereka yang bertindak adil dalam memutuskan hukum dan bertindak adil terhadap bawahan mereka.&#8221; (HR Muslim)</p>
<h3>Orang yang Berperang di Jalan Allah;</h3>
<p><img align="left" title="AsShaf_4" id="image20" alt="AsShaf_4" src="http://www.lentera.web.id/wp-content/uploads/2006/11/asshaff_4.gif" />&#8220;Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang untuk membela agama-Nya, dalam barisan yang teratur rapi, seolah-olah mereka sebuah bangunan yang tersusun kukuh&#8221; (QS As-Shoff 42)</p>
<p align="justify">&#8220;Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui&#8221;. (QS Al-Baqarah 216)</p>
<p align="justify">&#8220;Dan berjuanglah kamu pada jalan Allah dengan perjuangan yang sebenar-benarnya…&#8221; (QS Al-Hajj 78)</p>
<h3>Orang yang Mencintai Allah;</h3>
<p>&#8220;Dan diantara manusia itu ada yang mempertuhankan sesuatu yang lain daripada Allah sebagai tuhan-tandingan; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Orang yang beriman hanya mencintai Allah semata. &#8230;&#8221; (QS Al Baqarah 165)</p>
<p>“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imron 31).</p>
<p>&#8220;Katakanlah: &#8220;Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.&#8221;.&#8221; (QS At-Taubah: 24)</p>
<p>&#8220;Barangsiapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengannya. Dan barangsiapa tidak mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun tidak mencintai pertemuan dengannya&#8221; (HR Bukhari).</p>
<p>&#8220;Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya karena Allah; dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam api.&#8221; (HR Al-Bukhari/Muslim)</p>
<h3>Orang yang Mencintai Sesamanya</h3>
<p>&#8220;Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman.&#8221; (QS Al-Maidah 54)</p>
<p>&#8220;Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).&#8221; (H.R. Ath-Thabrani).</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah.&#8221; (H.R. Na&#8217;im melalui Ibnu Abbas r.a.).</p>
<p>&#8220;Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya.&#8221; (H.R. Turmudzi).
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lentera.web.id/2006/11/08/orang-orang-yang-dicintai-allah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Banjir</title>
		<link>http://www.lentera.web.id/2006/11/07/definisi-banjir/</link>
		<comments>http://www.lentera.web.id/2006/11/07/definisi-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2006 22:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anghuda</dc:creator>
		
		<category>Uncategorized</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lentera.web.id/2006/11/07/definisi-banjir/</guid>
		<description><![CDATA[Musim hujan tiba. Agar kita waspada terhadap banjir, maka kita perlu mengetahui definisi banjir. Yaitu:
Banjir adalah keadaan terlalu banyak air di sebuah lokasi. 
Apa yang menyebabkan banjir? 
Sejumlah faktor dapat menyebabkan banjir, meliputi:

hujan deras, terus menerus dalam beberapa hari
permukaan tanah tidak dapat menyerap air, karena jenuh atau karena diplester.
debit air sungai yang tinggi karena hujan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musim hujan tiba. Agar kita waspada terhadap banjir, maka kita perlu mengetahui definisi banjir. Yaitu:</p>
<p><em><strong>Banjir adalah keadaan terlalu banyak air di sebuah lokasi. </strong></em></p>
<p><strong>Apa yang menyebabkan banjir? </strong><br />
Sejumlah faktor dapat menyebabkan banjir, meliputi:</p>
<ol>
<li>hujan deras, terus menerus dalam beberapa hari</li>
<li>permukaan tanah tidak dapat menyerap air, karena jenuh atau karena diplester.</li>
<li>debit air sungai yang tinggi karena hujan terus menerus</li>
<li>permukaan tanah yang lebih rendah dari daerah sekitarnya, di mana tidak terdapat saluran-saluran pembuangan air yang berfungsi untuk memindahkan air ke lokasi lain menyeberangi daerah sekitarnya yang lebih tinggi</li>
<li>permukaan tanah yang lebih rendah dari permukaan laut yang sedang pasang</li>
</ol>
<p><a id="more-8"></a><br />
<strong>Terdapat dua jenis banjir, yaitu: </strong></p>
<ol>
<li>Banjir biasa di mana permukaan air secara perlahan naik;</li>
<li>Banjir bandang, yakni banjir yang datang secara cepat menyapu sebuah area. Banjir bandang lebih berbahaya, karena datangnya tiba-tiba dengan kecepatan yang dapat menghancurkan. Banjir bandang dapat disebabkan hujan sangat deras yang terjadi di hulu sungai, atau bendungan yang jebol. Tsunami adalah banjir bandang yang datangnya dari laut yang disebabkan oleh gempa.</li>
</ol>
<p><strong>Waspadalah akan datangnya banjir, apabila: </strong></p>
<ol>
<li>terjadi hujan terus menerus dalam beberapa hari,</li>
<li>anda tinggal di wilayah, di mana tidak terdapat cukup daerah resapan air, seperti di kota, di  daerah sekitar hutan gundul,</li>
<li>sungai di daerah anda menunjukkan debit air yang bertambah tinggi,</li>
<li>anda tinggal di daerah rawan banjir, yakni daerah anda memiliki ketinggian lebih rendah dari daerah sekitarnya,</li>
<li>selokan-selokan atau parit-parit di daerah anda tidak berfungsi karena dipenuhi sampah yang menghambat aliran air</li>
</ol>
<p><strong>Waspadalah akan datangnya banjir bandang, apabila:</strong></p>
<ol>
<li>terjadi hujan deras terus menerus di daerah hulu, atau</li>
<li>terdapat bendungan yang jebol di daerah hulu, atau</li>
<li>terjadi hujan deras di daerah pembalakan hutan</li>
</ol>
<p><strong>Waspadalah akan datangnya tsunami, apabila: </strong></p>
<ul>
<li>terjadi gempa bumi di lautan, dengan skala gempa di atas 6.5 SR.</li>
</ul>
<p style="font-weight: bold">Link berguna dalam mengatasi banjir:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0105/17/teropong/lainnya03.htm">Cara Efektif Mengatasi Banjir</a></li>
<li><a href="http://www.idepfoundation.org/download_files/pbbm/2.3_Banjir.pdf">Cerita Rakyat Mengatasi Banjir</a></li>
<li><a href="http://www.pu.go.id/infoStatistik/bencana/banjir/banjir03/index.htm">Peta Daerah Rawan Banjir Jakarta</a></li>
<li><a href="http://agrolink.moa.my/did/hydro/banjir/banjir.html">Cara Menghadapi Banjir</a></li>
</ul>
<p><strong>Jika terjadi banjir, silakan hubungi: </strong></p>
<p><strong>FLOOD CRISIS CENTER: </strong><br />
dengan layanan 24 jam dapat dihubungi untuk memperoleh informasi :</p>
<ul>
<li>mengenai tingkat air dan daerah banjir di (021) 382-2011,</li>
<li>Posko Banjir di 382-2156; 5696-3520; 722-0070; 4393-1052); 819-6945, dan</li>
<li>Kantor Pekerjaan Umum 384 3250.</li>
</ul>
<p><em>Mudah-mudahan ada yang mengangkat telepon. </em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lentera.web.id/2006/11/07/definisi-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Rahasia Foto Bagus</title>
		<link>http://www.lentera.web.id/2006/11/03/mengungkap-rahasia-foto-bagus/</link>
		<comments>http://www.lentera.web.id/2006/11/03/mengungkap-rahasia-foto-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2006 15:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anghuda</dc:creator>
		
		<category>Fotografi</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lentera.web.id/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[  Kita punya teman bernama fotografi, teman sempurna dalam berpergian, dinas ke  daerah, ziarah, piknik, mudik atau mendaki bukit. Fotografi bikin kita percaya  diri jelajahi tempat yang kita kunjungi, orang-orang yang kita jumpai; fotografi  bikin perjalanan jadi lebih berarti, dan bersamanya kita nikmati asyiknya mencintai  seni. Fotografi membuat kita lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><style type="text/css"> <!-- .style1 {font-style: italic} --> </style><strong>Kita punya teman bernama fotografi</strong>, teman sempurna dalam berpergian, dinas ke  daerah, ziarah, piknik, mudik atau mendaki bukit. Fotografi bikin kita percaya  diri jelajahi tempat yang kita kunjungi, orang-orang yang kita jumpai; fotografi  bikin perjalanan jadi lebih berarti, dan bersamanya kita nikmati asyiknya mencintai  seni. Fotografi membuat kita lebih bersyukur atas anugerah penglihatan dan kesempatan  melihat tanda-tanda keagungan Ilahi. Nikmat yang tak dapat diukur dan ditakar.</p>
<p><a id="more-6"></a></p>
<p><strong>Fotografi menjadi alasan kuat</strong> <strong>untuk aktivitas kita</strong>, pergi mengunjungi berbagai tempat yang sebelumnya  tak punya niat, pulang telat, membeli alat, dst. Hasrat membara untuk dapatkan  bidikan yang mantap mendorong kita  bersusah payah mengeksplore sebuah tempat hingga semak belukar, memutar-mutari  apa yang akan kita ambil gambarnya, mencari-cari sudut pengambilan untuk menemukan  keunikan dan keindahan yang tak terlupakan, kadang pencarian ini juga beresiko  fatal jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan perhitungan nalar.</p>
<p><strong>Menemukan viewpoint terbaik adalah perisitiwa besar</strong>, jantung anda berdebar, lama mata anda  menatapnya dengan berbinar, anda mungkin berpikir, apakah ini waktu yang tepat  untuk mengambil  gambar, anda mungkin akan mendirikan tenda dan menunggu moment terbaik dari waktu  ke waktu, dari fajar hingga asar, dari Maret hingga Desember. Anda menjadi seorang  yang ulet dan sabar.<br />
<em><strong><br />
</strong></em><strong>Ketika anda menekan shutter release</strong>, anda mengikat sebuah jalinan pribadi yang  manis dengan tempat dan orang-orangnya. Anda di sana . Fotografi melindungi kenangan  perjumpaan anda dengan apa yang ada di dalamnya. Lalu kita perlihatkan kepada  yang lain tentang tempat dan suasana yang menarik di mana kita pernah di sana  , pemandangan yang menakjubkan, orang-orang yang mengagumkan. Jiwa anda pun tergambar.</p>
<p><em> </em><strong>Gambar-gambar suka mempengaruhi pikiran kita</strong>, suka menggoda kita, memaksa kita  untuk bermain di dalamnya atau berimajinasi dengannya. Foto-foto yang kita buat  dapat mendorong orang lain untuk ingin mengalami sendiri keindahan atau keasyikan  yang disajikan foto tersebut. Tentu saja, foto pemandangan yang indah dan model  yang seksi akan membangkitkan keinginan dan imajinasi yang berbeda. Keinginan  yang timbul tanpa sadar.</p>
<p><strong>Siapa saja bisa menjadi fotografer</strong>. Artinya siapa saja bisa memotret.  Dengan tambahan pikiran kreatif dan usaha yang tak kenal surut, anda dapat menciptakan  gambar hebat yang menunjukkan kreasi dan interpretasi anda terhadap apa yang anda  lihat dan jepret. Memang kecepatan dan percepatan pencapaian tiap orang akan berbeda,  satu bisa terkejar yang lain, tetapi tak apa itu wajar. Tak usah gusar.</p>
<p><strong>Untungnya, bagus tak perlu mahal</strong>, foto bagus bisa dibuat dengan peralatan minimalis  dan sedikit pengetahuan data teknis. Rahasianya adalah melihat secara artistik  dan kritis. The art of seeing. Bisikanlah pertanyaan ini di dalam hati: Apa yang  saya lihat, dan bagaimana saya melihatnya? Sebuah foto bagus punya kualitas yang  menunjukkan keahlian, rasa seni, ketertarikan, dan kepribadian dari fotografernya.  Maka kita bisa tahu foto bagus siapa. Tapi tak bisa tahu foto jelek siapa, tanya  kenapa?</p>
<p><strong>Apa yang Membuat Foto Bagus? </strong><span class="style1"><br />
</span>Foto bagus adalah foto yang berisi pesan. Pesan bisa berupa pernyataan (“Inilah  Danau Toba”), kesan (“Suasana Senja di Danau Toba”), atau ungkapan emosi (“Jatuh  Cinta di Danau Toba”). Pesan yang bagusadalah pesan yang jelas, tegas dan efektif.  Tapi bagaimana?</p>
<p>Pesan butuh sebuah subjek. Tentang apa yang ingin anda sampaikan. Itu bisa saja  berupa seorang yang anda kenal, pemandangan, atau bentuk-bentuk abstrak. Subjek  adalah pusat POI dan biasanya ditempatkan di foreground. Lalu kita menyusun pesan  dengan memasukkan bagian kedua, yakni context, seringkali berupa background. Context  memberikan relevansi, keberadaan, lokasi subjek, atau minat lainnya. Pesan adalah  kombinasi dua elemen – subjek dan context, foreground dan background – yang menceriterakan  pesan tersebut.</p>
<p>Seperti pentingnya mengetahui apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam pesan,  kita juga perlu tahu apa yang tak perlu dimasukkan ke dalam pesan. Apasaja yang  bukan bagian dari subject atau context dari pesan yang kita buat, maka itu hanyalah  duri atau beling yang mengganggu, menggores-gores foto dan membuat pesan kita  menjadi tidak jelas. Jadi kurangi bagian-bagian yang tidak relevan di sekitar  POI – biasanya dengan beringsut lebih dekat ke arah subject, atau berpindah untuk  mendapatkan viewpoint yang lebih baik – dan membuat bidikan yang jelas dan bersih.  Seorang pelukis menciptakan seni dengan penambahan – menambahkan apa yang dia  lukis – sementara fotografer menciptakan seni dengan pengurangan – mengurangi  bagian-bagian yang tidak perlu.</p>
<p>Resep untuk sebuah foto yang bagus adalah:<br />
&#8220;Sebuah latar depan, sebuah latar belakang, dan tidak ada yang lain.&#8221;<em><br />
</em></p>
<p><strong>Apa yang Membuat Foto Luar Biasa? </strong></p>
<p>Foto luar biasa langsung memukau mata. Sementara pepatah bilang: picture may  say a thousand words , maka foto luar biasa hanya mengatakan satu kata saja: “Wow!”</p>
<p>Foto luar biasa adalah karya seni. Ia merekam semangat dari subjek dan membangkitkan  emosi. Bob Krist menyebutnya “The Spirit of Place.” Anda juga dapat menggunakan  trik-trik gamblang untuk membuat terpesona pengunjung galeri foto anda. Mari kita  lihat bagaimana caranya.</p>
<p>Sebuah gambar adalah sebuah taman bermain, terdapat tempat-tempat di mana mata  kita mengembara dan mengamati, juga ruang di mana mata kita beristirahat dan relaks.  Ketika kita pertama melihat sesuatu, kita bersikap untuk tidak terpengaruh. Mata  kita lalu secara alami menemukan cahaya, area terang, dan mencari orang, biasanya  pada mata dan mulutnya. Apakah kita tahu orang yang ada di dalam gambar? Apa yang  mereka rasakan dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kita? Apakah mereka  tergambar memperhatikan pada sesuatu? Jika begitu, apakah kita mengenalinya (sebuah  bangunan, sebuah landmark) dan seperti apa ia? Tentang apakah gambar tersebut?  Apa subjek atau tujuan utamanya? Seberapa besar subjeknya? Kita menentukan skala  dengan membandingkan elemen-elemen dengan sesuatu yang kita ketahui ukurannya,  seperti orang, binatang, atau mobil. Sekali kita selesai mengamati orang dan elemen-elemen  yang berkaitan, kita melanjutkan perhatian kita ke elemen-elemen yang lebih abstrak.</p>
<p>Pertama kita memperhatikan warna atau tone subjek. Merah membara, biru nan tenang,  hijau natural, hitam mencekam. Lalu kita melihat bentuk. Kurva lembut, sudut kaku,  garis-garis yang menyapu. Bagaimana cahaya mengenai subjek memberikan bayangan  halus bentuk tiga dimensinya. Anda, sebagai fotografer, dapat memanipulasi ini  semua dengan mencari terang dan gelap, menggeser intensitas dari tone dan hue.  Bagaimana mata terseret ke dalam gambar?</p>
<p>Bentuk membimbing kita pada tekstur, bagaimana subjek terasa dalam sentuhan.  Lembutkah ia, haluskah ia, keras atau kasar? Apakah memiliki karakter dan kehangatan?  Cara elemen-elemen disejajarkan dan dipengaruhi oleh cahaya yang sama, membuat  kita mempertimbangkan kualitas dan keterkaitan mereka. Keseimbangan menuntun mata  kita dari satu elemen ke elemen yang lain, meneliti kesatuannya, kontras, dan  detailnya, setiap item menambah keasyikan ke item berikutnya. Apa keterkaitan  satu sama lain dari semuanya itu?</p>
<p>Sebagai seniman, anda dihadapkan pada pilihan yang akan mengungkap sense of the  art anda. Komposisi secara keseluruhan, proporsi layout, penyajian elemen-elemen  lain yang penting, anda dapat menentukan feature mana yang anda butuhkan, dan  apa yang terbaik untuk menegaskan pesan anda.</p>
<p>Resep untuk foto luar biasa adalah:<br />
“Pertimbangkan bagaimana elemen-elemen berkaitan secara keseluruhan”.<em><br />
</em></p>
<p><strong>Apa yang Membuat Foto Eye-Catching? </strong></p>
<p>Kembali kepada sifat eye-catching dari foto luar biasa, berikut rahasianya, 4  kunci saja: kesederhanaan, warna, cahaya dan kedalaman.</p>
<p><strong>Kesederhanaan</strong> : Kesederhanaan dalam seni juga dikenal dengan sebutan visual economy , yakni  mengeliminasi semua elemen atau detail yang tidak perlu yang tidak ada kontribusinya  pada semangat komposisi secara keseluruhan.</p>
<p>Kesederhanaan dapat dicapai dengan beberapa cara:</p>
<ul>
<li>kurangilah jumlah dan tipe objek yang akan dibidik</li>
<li>memotret lebih dekat pada subjek, atau zooming bila lensanya bisa di-zoom</li>
<li>anda bisa juga menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu melalui jalur photoshop</li>
</ul>
<p><strong>Warna</strong> : Untuk menciptakan dampak pada foto anda adalah dengan mencari corak warna  yang menonjol. Merahnya bunga, birunya langit, kuningnya senja, atau hijaunya  dedaunan. Sekali lagi, kesederhanaan adalah kunci – cobalah untuk mengurangi jumlah  dan tipe warna dalam bidikan anda untuk lebih memberikan dampak. Secara umum,  sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu subjek utama dan satu warna utama. Konsentrasikan  hanya pada satu dari tiga warna primer: merah, biru atau kuning. Tiga warna dominan  ini sangat baik diseimbangkan dengan warna-warna komplemennya, yaitu: merah dengan  hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu.<br />
Ada beberapa cara untuk menonjolkan warna, pertama adalah dengan menggunakan  filter polarizer. Cara yang kedua dengan membatasi range gelap ke terang. Singkirkan  area yang terlalu gelap atau terlalu terang dibandingkan dengan subjek utama  anda. Cara ketiga dengan menggunakan slide film Velvia. Cara keempat: pilih waktu  terbaik sesuai dengan maksud foto anda:</p>
<blockquote><p><strong>jam 5 : Fajar :</strong> warna pink, cahaya yang sangat halus dan kabut tipis untuk danau, sungai dan  pemandangan.</p>
<p><strong>jam 6 : Sunrise :</strong> Cahaya renyah, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap timur.</p>
<p><strong>jam 10 – 14 : Tengah hari :</strong> tidak cocok untuk pemandangan dan motret orang, tetapi bagus untuk motret gedung-gedung  dan monumen. Warna-warna bangunan dan detailnya terekam sangat baik.</p>
<p><strong>jam 14 – 16 : Sore hari :</strong> Langit biru dengan polarizer.</p>
<p><strong>jam 16 – 18 : Senja hari : </strong>Cahaya yang hangat, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap barat. Waktu  terbaik untuk landscape dan orang, khususnya satu jam sebelum sunset.</p>
<p><strong>jam 18 – 18.30 : Sunset :</strong> Langit yang indah, mulai 10 menit sebelum sunset sampai 10 menit sesudahnya.</p>
<p><strong>jam 18.30 – 19.30 : Magrib</strong> : Foto malam yang indah, lampu-lampu sudah bernyalaan sedangkan langit  masih nampak keunguan.</p></blockquote>
<p><strong>Cahaya </strong>: Pencahayaan yang baik seringkali menjadi kunci foto-foto juara. Penggunaan  cahaya siang hari secara efektif dapat juga memperbaiki foto anda. Untuk mencapai  foto seindah di “National Geographic”, fotolah ketika cahaya berwarna keemasan  – muncul sesudah sunrise dan sebelum sunset, sering disebut “magic hours” di kalangan  fotografer. Coba lihat lagi rincian dari waktu-waktu terbaik di atas.</p>
<p><strong>Kedalaman</strong> : Sertakan rasa kedalaman pada foto anda. Kedalaman dapat dicapai dengan pengaturan  DOF, penempatan elemen-elemen di dalam foto, dan pencahayaan.</p>
<p><em><em>Tulisan ini merupakan saduran dari artikel di photosecrets.com, aku menyukainya dan lebih suka membacanya dalam bahasa sendiri, dengan gaya sendiri. Awalnya aku publikasikan di thread forum, namun untuk kemaslahatan bersama aku pindahkan ke halaman artikel. Mudah-mudahan bermanfaat, khususnya bagiku dan pemula lainnya, dan bagi para senior yang fotonya tentu bagus-bagus, aku minta maaf, karena sebagian rahasia anda menjadi tidak rahasia lagi. Tetapi tentu saja, tanpa latihan dan usaha yang gigih, artikel ini hanya akan menjadi kisah nyata yang biasa kita baca di surat kabar.</em></em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lentera.web.id/2006/11/03/mengungkap-rahasia-foto-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Amal, Berlimpah Pahalanya</title>
		<link>http://www.lentera.web.id/2006/11/03/sedikit-amal-berlimpah-pahalanya/</link>
		<comments>http://www.lentera.web.id/2006/11/03/sedikit-amal-berlimpah-pahalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2006 13:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anghuda</dc:creator>
		
		<category>Lentera Iman</category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Syarat umum diterimanya suatu ibadah dan amal-amal saleh adalah ikhlas. Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali disertai dengan keikhlasan.
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya. [Al-Kahfi:110]

• Shalat adalah amalan utama
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamannya dari ibadat-ibadat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syarat umum diterimanya suatu ibadah dan amal-amal saleh adalah ikhlas. Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali disertai dengan keikhlasan.</p>
<p>Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya. [Al-Kahfi:110]</p>
<p><a id="more-5"></a></p>
<p><strong>• Shalat adalah amalan utama</strong></p>
<p>Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamannya dari ibadat-ibadat lain. [Al-Ankabut:45]</p>
<p>Luruskan wajahmu di setiap shalat, dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. [Al-A&#8217;raf:29]</p>
<p>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. [Al-Mu&#8217;minun:1-2]</p>
<p>… dan orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.[Al-Mu&#8217;minun:9,10,11]</p>
<p><strong>• Beramal sedikit, berlimpah pahalanya</strong></p>
<p>Kebaikan apa pun yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah pasti mengetahuinya. [Al-Baqarah:215]</p>
<p>Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan meski hanya sebesar dzarrah (atom), niscaya dia akan melihat hasilnya. [Al-Zalzalah:7]</p>
<p>Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya balasan sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya. [An-An&#8217;am:160]</p>
<p>Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, tak ubahnya sebutir biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai. Pada masing-masing tangkai terdapat 100 butir biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia-Nya lagi maha mengetahui. [Al-Baqarah:261]</p>
<p>Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak…[Al-Baqarah:245]</p>
<p>Barangsiapa di antara kamu yang patuh kepada Allah dan rasul-Nya, dan mengerjakan perbuatan baik, niscaya akan Kami berikan pahala dua kali lipat, dan untuk mereka Kami sediakan rezeki yang banyak. [Al-Ahzab:31]</p>
<p><strong>• Sabar … pahalanya tanpa batas</strong></p>
<p>…Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. [Az-Zumar:10]</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. [Al-Baqarah:153]</p>
<p><strong>• Ibadah semalam lebih utama daripada 30.000 malam</strong></p>
<p>Beribadah di malam Lailatul Qadar.</p>
<p>Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada lailatur qadar. Dan tahukah kamu apakah lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. [Al-Qadar:1-3]</p>
<p><strong>• Takut kepada Allah, balasannya surga</strong></p>
<p>Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya. [An-Nazi&#8217;at:40-41]</p>
<p><strong>• Limpahan kebaikan dalam membaca Al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Barangsiapa membaca satu hurup dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Apabila satu kebaikan dilaksanakan, akan diberikan pahala sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim adalah satu hurup, akan tetapi alif adalah satu hurup, lam adalah satu hurup, mim adalah satu hurup lagi. [HR. Tirmizdi]</p>
<p><strong>• Meraih pahala membaca sepertiga Al-Qur&#8217;an hanya dalam hitungan detik</strong></p>
<p>Yakni membaca surat Al-Ikhlash</p>
<p>Barangsiapa membaca qul huwallahu ahad , maka dia seperti membaca sepertiga Al-Qur&#8217;an. [Hadits dari Abu Ayub]</p>
<p><strong>• Meraih pahala kebaikan sebanyak jumlah kaum mukminin</strong></p>
<p>Memohonkan ampun untuk kaum mukmin (muslimin)</p>
<p>Allahumaghfir lil mu&#8217;miniina wal mu&#8217;minaat</p>
<p>Barangsiapa memohonkan ampun atas dosa-dosa kaum Mukmin dan Mukminat, maka Allah akan mencatat pahala kebaikan untuknya sesuai dengan jumlah kaum Mukmin dan Mukminat. [Hadits dari Ubadah bin Shamit]</p>
<p><strong>• Ratusan kebaikan akan dicatatkan, ratusan kejelekan akan dihapuskan</strong></p>
<p>Barangsiapa yang dalam satu harinya membaca</p>
<p>laa ilaaha illallaah, wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu, wa huwa ‘alaa kulli syai&#8217;in qadiir</p>
<p>sebanyak seratus kali, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang memerdekakan budak, baginya akan ditulis pahala seratus kebaikan, dan seratus keburukannya akan terhapus. Pada hari itu hingga sore harinya dia akan terjaga dari setan, dan baginya tak ada orang yang lebih utama kecuali orang yang membaca kalimat tersebut lebih banyak lagi. [Hadits dari Abu Hurairah]</p>
<p><strong>• Digandeng tangannya oleh Nabi masuk ke dalam surga</strong></p>
<p>Seorang yang pada waktu paginya membaca</p>
<p>Radhiitu billaahi robbaa, wa bil islaama diinaa, wa bi muhammadin nabiyyaa</p>
<p>(Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi)</p>
<p>Maka aku akan menjadi pembimbingnya, sehingga aku akan memasukkannya ke dalam surga. [Hadits dari Al-Mundzir]</p>
<p><strong>• Meraih pahala 100 kali naik haji hanya dalam beberapa menit</strong></p>
<p>Barangsiapa membaca subhaanallaah seratus kali pada waktu pagi dan sorenya, maka baginya pahala seperti melaksanakan ibadah haji sebanyak seratus kali.</p>
<p>Barangsiapa membaca alhamdulillaah seratus kali pada waktu pagi dan sorenya, maka baginya pahala seperti ikut berperang di jalan Allah sebanyak seratus kali.</p>
<p>Barangsiapa membaca laa ilaaha illallaah seratus kali waktu pagi dan sorenya, maka baginya pahala seperti memerdekan seratus budak dari keturunan Ismail.</p>
<p>Barangsiapa membaca Allaahu akbar seratus kali waktu pagi dan sorenya, maka pada waktu itu tak ada orang yang beramal kebaikan melebihi amalnya, kecuali orang yang membaca kalimat tersebut dalam jumlah yang sama atau melebihnya.</p>
<p>[HR. Tirmidzi]</p>
<p><strong>• Sebuah rumah di surga untuk yang melaksanah shalat sunnah rawatib</strong></p>
<p>Barangsiapa yang pada waktu siang dan malamnya melaksanakan shalat 12 rakaat, maka baginya akan dibangunkan rumah di dalam surga. Adapun perincian 12 rakaat adalah, empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum subuh. [Hadits dari Ummu Habibah]</p>
<p><strong>• Memperoleh rahmat dan ampunan dengan mengucapkan salam</strong></p>
<p>Sesungguhnya orang yang pertama kali mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya adalah orang yang mengawali pertemuannya dengan salam. [HR Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud]</p>
<p><strong>• Shalat sekali lebih utama daripada 100.000 kali shalat</strong></p>
<p>Shalat di masjidku (masjid Nabawi) itu lebih utama dibandingkan melaksanakan shalat seribu kali di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram itu lebih utama dibandingkan dengan shalat 100.000 kali di masjid lain. [HR Ibnu Majah]</p>
<p><strong>• Shalat yang sebanding dengan 70 kali shalat</strong></p>
<p>Keutamaan shalat dengan memakai siwak itu, sebanding dengan 70 kali shalat dengan tidak memakai siwak. [HR Ahmad]</p>
<p><strong>• Keutamaan mengisi shaf yang kosong</strong></p>
<p>Barangsiapa menutupi barisan shaf yang kosong, maka karenanya Allah akan mengangkat derajat orang tersebut dan akan membangunkan untuknya rumah di surga. [HR Thabrani]</p>
<p>Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya akan memberikan rahmat kepada orang-orang yang menyambungkan barisan shalatnya. [HR Ibnu Khuzaimah]</p>
<p>Barangsiapa menyambung barisan atau shaf shalat, maka Allah akan menyambung (hubungan) dengannya. Barangsiapa yang memutuskan barisan atau shaf shalat, maka Allah akan memutuskan (hubungan) dengan orang itu. [HR An-Nasa&#8217;i]</p>
<p><strong>• Meraih pahala para Nabi</strong></p>
<p>Barangsiapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian. Tidak ada yang bisa membiasakan diri membaca ayat tersebut kecuali orang yang tulus dari hamba Allah. Barangsiapa membacanya ketika akan tidur, maka dirinya, tetangganya, tetangga dari tetangganya yang lain, dan rumah-rumah yang ada di sekitarnya akan aman. [Hadits dari Ali]</p>
<p>Allah berfirman kepada Musa: wahai Musa, barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka Aku akan memberikan kepadanya pahala seperti pahala para Nabi. [Hadits dari Ubay bin Ka&#8217;ab]</p>
<p><strong>• Meraih pahala sedekah yang besar meski tak memiliki harta</strong></p>
<p>Hendaklah engkau membaca tasbih, takbir, dan tahmid setelah engkau melaksanakan shalat sebanyak 33 kali. [Hadits dari Abu Hurairah]</p>
<p><strong>• Pahala melaksanakan puasa dan shalat malam selama satu tahun diraih dalam satu hari</strong></p>
<p>Barangsiapa mandi pada hari Jumat, lalu mandi janabat, kemudian pergi di awal waktu, mendapatkan awal khotbah, dia dekat (dengan khatib), mendengarkan (khotbah), dan bersikap tenang, maka setiap langkah kakinya akan dihitung pahala satu tahun melaksanakan puasa dan shalat malam. [Hadits dari Aus bin Aus]</p>
<p><strong>• Didoakan 70.000 malaikat</strong></p>
<p>Tidak ada muslim yang pada waktu pagi menjenguk temannya yang sakit, melainkan 70.000 malaikat akan memberikan rahmat kepadanya hingga waktu sore tiba. Apabila dia mengunjungi pada waktu sore, mereka akan memberikan rahmat kepadanya hingga pagi tiba. Baginya taman di dalam surga.</p>
<p><strong>• Amal saleh yang pahalanya melebihi shalat dan puasa</strong></p>
<p>&#8220;Sesuatu yang paling cepat dapat mendatangkan kebaikan adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebajikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan kejahatan ialah balasan (siksaan) orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan kekeluargaan.&#8221; [HR Ibnu Hibban]</p>
<p>&#8220;Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan saum?&#8221; tanya Rasulullah kepada para sahabat.&#8221;Tentu saja,&#8221; jawab mereka. Rasulullah pun menjelaskan, &#8220;Engkau damaikan orang yang bertengkar, menyambung persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, dan menjembatani berbagai kelompok dalam Islam serta mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan (silatu-rahmi).&#8221; [HR Bukhari dan Muslim]</p>
<p><strong>• Dua rakaat shalat dhuha sebagai ganti sedekah</strong></p>
<p>Bagi masing-masing persendian dari anggota tubuh salah seorang dari kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh berbuat baik pun sedekah, dan mencegah kemungkaran pun sedekah. Dan semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat dhuha. [HR. Muslim]
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lentera.web.id/2006/11/03/sedikit-amal-berlimpah-pahalanya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
